EkonomiNews

Desa Wisata Jadi “Mesin Uang Rakyat”? Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Jawa Timur Contoh Sukses, Asal Semua Mau Gotong Royong (Termasuk CSR)

bhegins
×

Desa Wisata Jadi “Mesin Uang Rakyat”? Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Jawa Timur Contoh Sukses, Asal Semua Mau Gotong Royong (Termasuk CSR)

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 04 21 at 20.16.07.jpeg
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa disaksikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyerahkan penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026 kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak di Jakarta (21/4/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)

LOCUSonline, JAKARTA – Di tengah berbagai resep pembangunan ekonomi yang sering terdengar rumit, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menawarkan formula yang terdengar sederhana: desa wisata. Namun tentu saja, “sederhana” di sini tetap membutuhkan kerja keras, kolaborasi lintas sektor, dan sedikit sentuhan penghargaan agar terasa lebih prestisius.

Dalam keterangannya, Ni Luh menilai desa wisata di Jawa Timur telah berkembang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang inklusif. Artinya, bukan hanya segelintir pihak yang merasakan manfaat, tetapi juga warga desa yang sebelumnya mungkin hanya jadi penonton pembangunan.

tempat.co

“Jawa Timur maupun daerah lain menunjukkan bahwa desa wisata mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara inklusif,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

Penilaian ini bukan tanpa dasar. Berdasarkan kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten di Jawa Timur, ia menemukan berbagai desa wisata unggulan dengan potensi besar, mulai dari keindahan alam hingga kreativitas lokal yang kini mulai “dikemas” lebih profesional.

Salah satu contoh yang kerap disebut adalah Wisata Alam Gosari, yang sukses menyabet penghargaan dalam ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026. Program ini dinilai berhasil mengubah desa menjadi ruang ekonomi yang hidup bukan sekadar lokasi swafoto musiman.

Penghargaan tersebut juga diserahkan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan mendorong pembangunan desa berbasis pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Tema yang diusung pun terdengar ambisius: “Wujudkan Desa Berdaya, Dukung Geliat Pertumbuhan Ekonomi” sebuah kalimat yang, jika berhasil diwujudkan, bisa jadi mimpi banyak daerah.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow