NewsPendidikan

Program Pendidikan Inklusif 2026 Dikebut, Pemerintah Cari 1.500 Guru “Super Sabar” untuk Hadapi Realita Sekolah Tanpa Sekat

bhegins
×

Program Pendidikan Inklusif 2026 Dikebut, Pemerintah Cari 1.500 Guru “Super Sabar” untuk Hadapi Realita Sekolah Tanpa Sekat

Sebarkan artikel ini
Abdul muti pend inklusi 1024x682
foto: puslapdik.kemendikdasmen.go.id

“Dengan komitmen bersama, kita bisa memastikan semua anak mendapatkan pendidikan bermutu,” katanya, sebuah pernyataan optimistis yang tentu menunggu pembuktian di lapangan.

Data pemerintah mencatat lebih dari 170 ribu murid penyandang disabilitas saat ini bersekolah di sekolah umum. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan indikator bahwa kebutuhan layanan inklusif bukan lagi pilihan, tapi keharusan.

tempat.co

Sayangnya, jumlah guru dengan kompetensi khusus belum sebanding. Di sinilah program pelatihan ini diharapkan menjadi “pabrik” pencetak GPK baru meski dengan kapasitas yang masih terbatas.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pelatihan tingkat mahir ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya. Peserta yang lolos tidak hanya belajar teori, tetapi juga harus menjalani magang selama 10 hari.

Setelah itu, mereka akan mendapatkan sertifikasi sebagai Guru Pendidikan Khusus dan ditempatkan di Unit Layanan Disabilitas.

“Program ini terbuka bagi guru yang memenuhi syarat. Setelah pelatihan, peserta akan menjalani praktik lapangan,” ujarnya.

Pemerintah juga menetapkan rasio pendampingan sebagai acuan. Misalnya, jika terdapat lebih dari 40 murid berkebutuhan khusus di satu sekolah, maka idealnya didampingi dengan rasio satu guru untuk 15 murid.

Di akhir pernyataannya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong mendukung pendidikan inklusif. Sebuah ajakan yang terdengar klasik, namun tetap relevan karena tanpa kolaborasi, program ini berisiko menjadi sekadar jargon kebijakan.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow